Happiness Mom

Saturday, 31 March 2018

Anakku, Giu mengalami Alergi Makanan Yang Berdampak Pada Sikap Hyperaktif, Berteriak, dan Menangis


  • First Blogging In THIS YEAR


Alhamdulillah, bisa bergabung lagi dengan blogger.
Aku tak mau berbasa basi..
Singkat cerita, dalam waktu yang terbatas ini, aku ingin menggambarkan keadaan putraku, yang bulan depan berusia 2 tahun, dia mengalami alergi.

Alergi bukan suatu keanehan bagi anak ku, sejak hari lahirnya, dia sudah datang dengan bintik kemerahan pada bagian wajah.
Bukan tanpa sebeb. Kemerahan tersebut terjadi karena Giu memiliki genetik Alergi secara keturunan, yaitu dari saya. Saya memiliki sakit Asthma, yang merupakan bentuk penyakit alergi. Dan itu artinya, anak saya akan memiliki genetik yang sama terhadap alergi.
Awalnya saya tidak begitu memusingkan, makan apa dia, asal anaknya senang, kenyang, dan ceria, saya beri ia makan dengan lahap (masih makanan wajar untuk seusianya-no junk food, no msg). Tapi ternyata setelah mendapatkan perhatian khusus, saya melihat adanya perbedaan pada Giu. Ia tumbuh menjadi individu yang cenderung hyperaktif dan tidak tenang.
Darisitulah saya mulai khawatir. menggunakan berbagai metode pengobatan dan alternatif, membuat saya menemukan satu jalan keluar yang dapat orang tua awam seperti saya lakukan. Cara ini adalah mengeliminasi makanan pemicu alergi terhadap bayi.

1. Identifikasikan Gangguan Pada Tubuh
  • Giu Mengalami Ruam Popok, bintik kemerahan pada daerah kemaluan yang tidak biasa, cenderung parah dalam kondisi lembab
  • Ketika tidur, Giu mengalami mengi, atau bunyi nafas yang seperti kodok
  • Ketika mangis mengalami kejang / gemetar
  • Minum ASI berlebih (sudah kenyang, tapi dipaksakan) tidak mau berhenti
2. Gangguan yang Tidak Teridentifikasi (Terlihat Wajar)
  • Enggan diselimuti tangan dan kakinya
  • Sering menghentakkan kepala, bergoyang, headbang
  • Tiba-tiba terduduk saat tidur, lalu tidur lagi
3. Lakukan Diet Makanan Pemicu ALERGI

  • Makanan Pemicu Alergi (HINDARI) *yang berwarna tebal merupakan kesukaan Giu
Karbohidrat : Bubur Instan, Beras Ketan
Makanan Ringan : Biskuit Instan, Gula Merah, Makaroni, Kacang Hijau, Coklat, Kacang Tanah, Kacang Merah, Kacang Mete, Kerupuk Udang, Keju, Agar-Agar BerwarnaYoghurt, Yakult
Sayuran : Brokoli, Bayam Merah, Labu, Jagung, 
Buah-buahan : Jeruk, Pisang, Melon, Semangka, Timun Mas, Mangga, Duku, Tomat, Nanas, Durian, Anggur, Nangka, Leci
Daging, Ikan, Protein : Telur, Salmon, Tuna, Bandeng, Ayam, Itik, Burung Dara, Cumi-Cumi, Udang, Kepiting, Ikan Kembung, Tenggiri, 
Bumbu : Kecap Manis, Tauco, Saus Tiram, Saus Tomat, Butter 
  • Makanan Aman (PILIH secara WAJIB dalam 3 Minggu Masa Observasi)
ASI dilanjutkan
Karbohidrat : Nesle Beras Merah (Ekonomis), Kentang, Beras (Nasi), Gasol, Tepung Beras Rose
Brand, Bihun, Misoa,
Makanan Ringan : Biskuit Beras Bayi,Biskuit Merk Modern&Fantastic
Sayuran : Kacang Panjang, Bayam, Wortel, Kedelai, Toge, Buncis, Seledri, Sawi
Buah-Buahan : Apel, Pepaya, Alpukat, Pear, Jambu, Buah Naga
Daging, Ikan, Protein : Daging Sapi, Semua Bagian Sapi, Daging Kambing, Tempe, Mujair, Lele, Belut, Ikan Mas,Gurame
Bumbu : Margarin, Madu, Garam, Gula, Bawang Merah & Bumbu Dapur Lainnya

4. Evaluasi; setelah dalam masa tiga minggu mlakukan Diet Makanan, maka akan terlihat haslnya, dari kenaikan berat badan, perubahan sikap dan tingkah laku, pola hidup yang lebih baik. Bila Gagal, maka ada intervensi yang tidak sengaja atau tidak diketahui (seperti : pemberian makanan pemicu, walau hanya sedikit oleh kita sendiri atau orang lain seperti nenek, om, tante, dst) maka poin nomor 3 harus diulangi.

5. Eliminasi Makanan Pemicu setelah sukses melakukan poin no 3. Kita dapat mulai mengeliminasi makanan pemicu dengan cara memberikannya satu per satu selama 3 hari sembari melihat reaksi anak terhadap makanan tersebut, apakah terjadi perubahan sikap ke arah negatif (sebelumnya) atau tidak.

6. Maintenance Diet setelah mengetahui apa yang baik atau tidak untuk Giu, Saya mulai mengembalikan makanan kesukaannya (yang baik untuk dia) yang tidak menggangu pencernaan dan perkembangan tubuh pada Giu.

Dan inilah Giu sekarang, dengan hobi dan kegemarannya ^^


No comments:

Post a Comment